Minggu, 23 September 2012

Sekilas Tentang Mesin SOHC dan DOHC





Pasti diantara dari kalian gua yakin pasti punya kendaraan baik mobil/motor yakan? nah kalo sekedar punya tapi gatau spesifikasinya mah ibarat punya pacar tapi gak tau kesehariannya (caelah bahasanya beraatttt hahaha) yap kalo diibaratin sih begitu. Tapi bener kan? nah kalo iya coba gua bantu sedikit hehehe
Pernah gak sih liat bacaan spesifikasi mesin di Mobil/motor kita tentang mesin SOHC dan DOHC? kalo iya tapi gatau coba gua bantu kasih pencerahan dikit hehehe tapi disini mesin SOHC dan DOHC pun terbagi 2 yaitu mesin pada mobil dan pada motor. Kenapa ya kok beda gitu? Yaiyalah masa elu punya mobil tapi mesin lu mesin motor 1 silinder ya mana kuat -__- 
Jadi disini coba gua ulas dengan perbedaan mesin SOHC dan DOHC pada Mobil dan Motor
Cekidot bro ......


Perkenalan
DOHC, suatu istilah yang sering kita denger. Istilah ini selain ditemukan pada bagian spesifikasi mobil, bisa juga dilihat pada stiker di badan mobil bahkan juga terpampang padacover mesin Anda. DOHC singkatan dari Double OverHead Camshaft. Ya kalo diterjemahkan secara bebas sih, artinya adalah camshaft yang memiliki overhead double. Camshaft adalah shaft (palang, setang atau ceruk) dimana cam (bubungan) menempel. Jika diartikan secara keseluruhan, DOHC adalah setang dimana terdapat dua pasang bubungan yang menempel untuk setiap silinder mesin. Dari definisi bebas DOHC tadi, bisa kita ambil asumsi bahwa SOHC adalah setang dimana terdapat satu pasang bubungan yang menempel untuk masing-masing silinder mesin. Coba lu liat gambar diatas, gambar tersebut adalah konfigurasi SOHC dan camshaft ditandai oleh kotak-kotak berwarna merah. Jadi jika mesin lu 4 silinder DOHC, maka akan terdapat 16 overhead camshaft. Jika mesin lu 4 silinder SOHC, maka hanya akan terdapat 8 overhead camshaft. Demikian seterusnya, jika mesin lu memiliki 6 silinder (gua kasih contoh mesin mobil Mitsubishi Galant V6 24), maka akan terdapat 24 camshaft.


Fungsi Overhead Camshaft
Pada mesin mobil, overhead camshaft menempel pada setang valve (katup). Liat gambar di atas, valve ditunjukkan oleh lingkaran elips berwarna biru. Pada gambar konfigurasi mesin SOHC di atas, terdapat 8 valve yang digerakkan oleh 8 overhead. Pergerakan valve membuka dan menutup yang digerakkan oleh overhead camshaft berfungsi untuk proses intake udara dan bahan bakar untuk pembakaran dalam silinder dan untuk proses exhaust yang membuang udara hasil pembakaran yang berujung ke muffler/knalpot mobil yang lu punya hehe.

SOHC vs DOHC
Seperti yang sudah gua jelasin sebelumnya, DOHC dan SOHC dibedakan berdasarkan jumlah pasang overhead camshaft pada tiap silinder. Untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan DOHC dan SOHC, perlu diketahui terlebih dahulu konsep internal combustion engine atau mesin yang memiliki karakter terjadinya pembakaran di dalam mesin itu sendiri, dalam hal ini terjadi di silinder. Konsepnya adalah, makin banyak bahan bakar dan udara yang masuk untuk di bakar, semakin besar power yang dihasilkan mesin (ya kalo diibaratin orang yang banyak makan so pasti tenaganya luar biasa). Sebaliknya, semakin sedikit bahan bakar dan udara yang dibakar, semakin kecil power yang dihasilkan. Dalam hal ini, DOHC yang memiliki jumlah dua pasang overhead camshaft tiap silinder (sepasang lebih banyak daripada SOHC), memiliki kemampuan memasukkan bahan bakar dan udara lebih banyak daripada SOHC, artinya mesin DOHC menghasilkan power yang lebih besar dari mesin SOHC. Sebagai pertimbangannya, mesin DOHC akan lebih boros karena asupan bahan bakar lebih banyak daripada mesin SOHC. Jadi bisa dikatakan kalo dalam bahasa jawa, “DOHC means power, SOHC means economic”. Biasanya mesin DOHC lebih mahal harganya karena membutuhkan jumlah part yang lebih banyak daripada SOHC yaitu lebih banyak overhead camshaft dan lebih banyak valve. Selain itu, jumlah overhead camshaft yang lebih banyak membutuhkan power yang lebih banyak juga untuk menggerakkannya. Hal ini akan mengurangi power yang dihasilkan dari mesin itu sendiri walaupun tidak terlalu banyak. Jadi power yang dihasilkan oleh mesin akan terpakai sedikit untuk menggerakkan part yang lebih banyak pada mesin DOHC walaupun tidak signifikan.

Trend
Kalo diibaratin pake bahasa jawa "nobody perfect" nah pada karakter mesin DOHC dan SOHC, banyak variasi yang dilakukan. Untuk menutupi kekurangan mesin DOHC yaitu boros bahan bakar, dibikin deh tuh teknologi variable-valve timing (VTEC) buat mesin mobil Honda, (VVT) buat mesin Toyota (pasti sering liat bacaan di mobil Toyota Avanza yang tahun 2004 keatas ada bacaan VVT-i nya). Konsep ini bekerja dengan cara medeteksi tingkat kecepatan yang diminta oleh sang driver. Artinya, kalo si driver cuman pengen jalan dengan kecepatan rendah (RPM rendah), maka overhead camshaft dan valve akan bekerja lebih pelan untuk menghemat bahan bakar yang dimasukan ke silinder. Sebaliknya, jika si driver meminta kecepatan tinggi (RPM tinggi), maka overhead camshaft dan valve akan membuka dan menutup lebih cepat untuk memasukkan bahan bakar dan udara lebih banyak ke silinder agar mesin menghasilkanpower lebih besar.
Trend lainnya adalah dengan menggunakan camshaft racing atau camshaft sportCamshaftini bekerja dengan membuka dan menutup valve lebih baik yaitu dengan tidak membiarkan ada gap/celah waktu yang ada antara membuka dan menutupnya valve. Hasilnya adalah mesin lebih responsif dan bertenaga secara continuous/terus-menerus karena proses pembakaran berjalan lebih cepat dan terus menerus. Camshaft sport biasanya ditandai dengan konfigurasi struktur fisik camshaft overhead-nya yang berbeda dari overhead camshaft mesin standar dan juga terbuat dari bahan yang lebih ringan tapi kuat supaya tenaga yang dibutuhkan untuk memutar overhead tidak diambil terlalu banyak dari poweryang dihasilkan mesin.
Nah 2 mesin itu bisa dikatakan sebagai 2 mesin utama pada mobil, untuk mesin yang lain gua belom pernah denger dan mungkin belum dibuat karena mungkin para engineer dari tiap perusahaan itu masih menganggap kebutuhan akan tenaga yang dibutuhkan pada sebuah mobil masih cukup dengan menggunakan mesin-mesin SOHC dan DOHC.
Kalo tadi itu mesin SOHC dan DOHC yang terdapat di mobil, coba gua bahas lagi sitem mesin SOHC dan DOHC yang terdapat pada Motor
Beberapa sepeda motor di Indonesia yang memiliki teknologi DOHC  yang banyak kita jumpai dan umum adalah Suzuki Satria FU 150Honda CBR 150/250, dan  Kawasaki Ninja 250R. Ketiga motor itu gua jadikan sebagai contoh aja karena masih banyak lagi motor-motor yang menggunakan mesin DOHC. 
Mesin DOHC
Mesin Double Over Head Camshaft disingkat DOHC adalah Camshaft yang mempunyai Over Head double atau lebih jelas dan gampangnya ialah mesin yang dalam satu piston mempunyai dua pasang over head. Sehingga mesin tersebut mempunyai empat klep, dimana dua klep untuk mengatur masukan bahan bakar dan dua klep untuk mengatur keluaran gas buang (menuju knalpot). Dan juga pada mesin jenis ini menggunakan dua noken as yang terletak pada kepala silinder. Jadi intinya sama kaya mesin DOHC pada mobil namun bedanya kalo yang untuk Motor jumlah Silinder dan (pastinya) klep nya pun berbeda.
(Contoh Mesin DOHC pada motor Suzuki Satria FU 150)

Mesin SOHC
Sedangkan mesin Single Over Head Camshaft disingkat SOHC hanya memiliki satu (single) pasang over head. Dengan kata lain mesin ini memiliki dua klep, satu untuk mengatur masukan bahan bakar dan satu lagi untuk mengatur keluaran gas buang. Dan hanya memiliki satu noken as.
So, semoga sedikit ulasan yang gua kasih ini dapat membantu buat lu yang kebetulan lagi mau nyari kendaraan Mobil/Motor dengan spesifikasi yang lu mau hehehe
Mohon maaf kalo ada penulisan kata dan bahasa yang kurang tepat, akhir kata Wassalammualaikum WR. WB

4 komentar:

  1. Galant V6-24 (Hiu)itu SOHC gan

    BalasHapus
  2. Bos cara buat gambar gerak seperti gerak cam shaft SOHC di atas.
    Info ilmunya sangat berguna sekali bos thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu pake photoshop ganm, coba searching2 di mbah gugel aja soalnya ane juga copast gambarnya hehe

      Hapus